Jumat, 29 Juni 2012

Yuk, Coba 5 Cara Sexy Bermain Cokelat di Ranjang Ini!

Siapa tak suka cokelat? Kuliner yang satu ini digemari semua umur, terutama wanita. Selain lezat, cokelat juga bermanfaat bagi tubuh. Apalagi, kuliner ini bisa jadi santapan menggoda untuk dinikmati bersama pasangan di ranjang.

Cokelat mengandung antioksidan berupa resveratrol. Zat ini dapat meningkatkan kadarendorphin dan serotonin di otak. Endorphinmampu mengurangi rasa sakit, sementara serotonin bisa memperbaiki mood dengan mengurangi depresi dan rasa cemas. Pilih dark chocolate murni untuk mendapat manfaat optimalnya.

Karena khasiat tersebut, cokelat cocok dikonsumsi sebelum bermesraan dengan pasangan. Ada beberapa cara seksi untuk menikmati cokelat di ranjang. Yuk, simak inspirasi dari Romantic Games for Couplesberikut!


1. Cokelat batangan




Cara ini sangat simpel. Bagilah cokelat batangan dengan pasangan Anda. Bisa dengan saling menyuapi, atau disusun menjadi pola tertentu di tubuh pasangan Anda. Cokelat akan mudah lumer jika terkena kulit yang hangat, jadi bersihkan lelehan tersebut dengan lidah Anda.


2. Chocolate Fondue




Buah dicelup ke cokelat fondue? Hmm... lezatnya! Pilih buah yang bermanfaat untuk gairah dan organ seksual, misalnya alpukat, pisang, anggur, strawberry, nanas, atau mangga. Celupkan buah segar dalam cokelat leleh lalu jilati bersama pasangan.


3. Sirup cokelat




Yuk, bermain-main dengan sirup cokelat! Tuangkan sirup ini di bagian sensitif Anda atau pasangan Anda, lalu jilati. Jangan didiamkan lama-lama, karena bisa mengundang semut!


4. Pasta cokelat




Sekarang sudah banyak tempat spa yang menggunakan cokelat. Konon, spa cokelat bisa bikin tubuh awet muda dan melancarkan peredaran darah. Kenapa tak coba di kamar sendiri?
Siapkan saus atau pasta cokelat, lumuri punggung pasangan atau bagian tubuh lainnya, lalu pijat lembut. Setelah itu, Anda bisa mandi bareng untuk saling membersihkan sisa cokelat. Namun, Anda harus siap seprei menjadi kotor karenanya.


5. Kue Cokelat




Tips satu ini memang tidak bisa dipraktikkan di kamar, namun manfaatnya bisa mengantar Anda dan pasangan langsung ke ranjang. Ajak pasangan membantu Anda di dapur. Buatlah cake, praline, atau makanan dan minuman berbahan cokelat lainnya. Di sela-sela mengerjakan kue, goda pasangan dengan lelehan atau hiasan cokelat. Hubungan Anda dan pasangan akan menjadi lebih hangat dan mesra. 


(Odi/Odi) 


Bersumber dari : Fitria Rahmadianti - detikFood

Senin, 25 Juni 2012

Ingin Istri Hamil? Hindari 10 Pembunuh Sperma Ini


Jakarta, Kalau sudah bicara soal anak, banyak hal yang harus diperhatikan, misalnya alergi sperma, kualitas sel telur yang buruk dan sperma yang tidak efektif. Bahkan 1 dari 10 pasangan yang tidak subur didapatkan fakta bahwa 30 persen diantaranya disebabkan oleh faktor yang dialami si pria.

Untuk lebih jelasnya, ini dia 10 faktor mengejutkan yang bisa mempengaruhi sperma seorang pria seperti dikutip dari health.com, Senin (25/6/2012).

1. Suhu Terlalu Panas
Testis manusia tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali jika manusia itu bisa tinggal di daerah yang lebih dingin dari tubuhnya. Beruntung anatomi pria dirancang untuk menciptakan jarak antara testis dengan suhu inti tubuh.

Jika suhu testis dinaikkan hingga 98 derajat maka produksi sperma bisa berhenti, ungkap Hal Danzer, MD, seorang spesialis kesuburan di Los Angeles. Ketika produksi terganggu, sperma dapat mengalami dampak negatif selama berbulan-bulan.

Tapi apa yang terjadi jika paparan panas itu tidak mendatangkan malapetaka pada kemampuan reproduksi pria? "Jumlah, motilitas dan morfologinya bisa lebih rendah secara menyeluruh," tambah Paul Shin, MD, seorang pakar urologi di Washington, DC.

2. Bak Air Panas
"Panas basah" itu memang tidak baik untuk testis dan menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2007, bahkan dengan berada di dalam jacuzzi atau bak mandi air panas selama 30 menit dapat menurunkan produksi sperma.

Dr. Shin pun mengungkapkan bahwa paparan 'panas basah' itu dapat berdampak pada sperma pria untuk waktu yang sangat lama. Oleh karena sperma memerlukan waktu yang lama untuk matang maka "setiap intervensi (untuk mengurangi paparan 'panas basah') biasanya akan memakan waktu setidaknya 3 bulan atau 6-9 bulan untuk mengembalikan fungsinya," jelasnya.

3. Demam
"Ketika saya tahu bahwa seorang pria lama tak memakai bak air panas, merokok ganja, memakai celana ketat, pertanyaan pertama yang saya ajukan adalah,'Apakah Anda sakit tiga bulan yang lalu?'," tanya Kurt Wharton, MD, seorang dokter ahli kandungan yang berbasis di San Francisco dan mengkhususkan diri pada infertilitas.

Menurut sebuah studi pada 2003, demam tinggi memiliki efek yang sama sebagai 'panas basah' pada sperma seorang pria, efeknyapun sama. Namun tergantung pada waktu produksi sperma, konsentrasi sperma bisa menurun hingga 35 persen setelah mengalami demam.

Menurutnya, orang-orang seringkali baru mengakui atau menyadari adanya hal semacam itu belakangan atau setelah ditanya oleh dokter.

4. Laptop
Dapatkah laptop benar-benar mempengaruhi kemampuan pria untuk berkembang biak? Menurut peneliti di State University of New York di Stony Brook, ada korelasi langsung antara penggunaan laptop dan peningkatan suhu skrotum hingga 35 derajat pada posisi tertentu!

Peningkatan ini memberi efek yang merugikan pada spermatogenesis (proses pembentukan gamet jantan), jadi jika pasangan Anda ingin hamil, tinggalkan laptop Anda di meja sekarang juga!

5. Celana Dalam
Meskipun ukurannya tak jauh berbeda, namun celana boxer dan celana dalam cukup memberi pengaruh terhadap jumlah sperma.

"Celana boxer lebih baik daripada celana dalam, terutama jika jumlah sperma pria yang bersangkutan terbilang rendah. Tapi mungkin hal ini hanya akan memberi sedikit pengaruh jika jumlah spermanya normal," terang Dr. Danzer.

Namun mengenakan celana pendek yang ketat untuk jangka waktu yang lama adalah ideburuk juga, tambah Dr. Wharton. Semakin ketat celana seorang pria, kondisinya akan semakin buruk untuk memproduksi sperma.

6. Varikokel
Diperkirakan 15 persen pria di seluruh dunia mengalami varikokel atau varises (pelebaran pembuluh darah) di skrotum, biasanya di testis kiri.

Ketika jumlah sperma seorang pria terbilang rendah, dokter mungkin akan merekomendasikan perbaikan varikokel melalui pembedahan ataupun embolisasi, prosedur non-bedah dengan menggunakan kateter.

Varikokel diduga dapat mengganggu produksi sperma dengan mengganggu aliran darah, membuat skrotum kepanasan atau mencegah masuknya darah ke testis. Meskipun ada sedikit bukti bahwa kesuburan pria bisa membaik setelah menjalani embolisasi varikokel, beberapa dokter percaya operasi tersebut dapat meningkatkan kualitas air mani.

7. Ponsel
Pengaruh ponsel terhadap organ reproduksi pria sebenarnya masih banyak diperdebatkan.

"Sebuah studi pada 2008 menemukan bahwa pria yang penggunaan ponselnya tertinggi (lebih dari empat jam per hari) memiliki jumlah, tingkat motilitas dan morfologi (bentuk normal) sperma lebih rendah," kata Dr Shin. Dia pun merekomendasikan agar pasien menaruh ponselnya di tas kerja daripada di kantong celana untuk membatasi paparan radiasi dari ponsel.

Namun karena studinya terbilang kecil, beberapa dokter tak sepakat dengan hal itu. "Saya tidak menyarankan seorang pria untuk membawa microwave di saku depan celananya," ujar Dr Wharton. "Tapi jika tidak, itu tak menjadi masalah."

8. Obesitas
"Obesitas seringkali dikaitkan dengan peningkatan produksi hormon wanita (estrogen), penurunan jumlah sperma, disfungsi seksual dan infertilitas," ungkap Daniel A. Potter, MD, dari Huntington Reproductive Center di California.

Dibandingkan dengan pria normal dan gemuk, pria obesitas yang subur telah berkurang fungsi testisnya dan jumlah spermanya lebih rendah secara signifikan. Hal ini diungkap studi WHO pada 2009.

Meskipun obesitas mengurangi jumlah sperma, hanya obesitas tingkat ekstrimlah yang memberi pengaruh negatif terhadap reproduksi pria.

9. Gaya Hidup (Berpesta)
"Rokok, alkohol, dan ganja dapat merusak fungsi seksual," tandas Dr. Potter yang merekomendasikan agar pasien membatasi atau menghindari ketiga hal ini jika ingin mencoba untuk hamil.

Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2010, penyalahgunaan alkohol tentu saja mempengaruhi produksi dan kualitas sperma, sementara merokok mengganggu motilitas sperma.

Selain memperlambat gerak sperma, studi lainnya juga menunjukkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan kecenderungan disfungsi ereksi.

Ganja juga tidak aman bagi sperma. Merokok ganja telah terbukti mengurangi jumlah dan fungsi sperma serta menurunkan tingkat kesuburan pria secara menyeluruh.

10. Faktor Psikologis
Menurut Dr. Potter, ada beberapa situasi fisiologis yang dapat mempengaruhi sperma secara negatif, diantaranya:

- Penyumbatan.
"Apakah itu disebabkan oleh cacat lahir, infeksi, trauma ataupun vasektomi namun penyumbatan mencegah sperma memasuki air mani," kata Dr Potter.

- Gangguan genetis.
"Kelainan kromosom dapat menyebabkan produksi sperma menjadi berkurang drastis atau bahkan tidak ada sama sekali," lanjut Dr. Potter. Contohnya adalah penyakit cystic fibrosis yang dapat menyebabkan vas deferens (saluran sperma) tidak terbentuk.

- Faktor merugikan lainnya seperti antibodi antisperma (ASA) atau sel-sel khusus yang menyerang sel sperma, ketidakseimbangan hormonal, kanker testis, testis tidak turun dan masalah seksual lain yang dapat mempengaruhi produksi dan kualitas sperma.
(ir/ir)

Bersumber dari : Rahma Lillahi Sativa - detikHealth

Sabtu, 09 Juni 2012

Masturbasi Dapat Meringankan Hidung Tersumbat


Jakarta, Telah diketahui bahwa hubungan seksual yang sehat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Bahkan masalah kecil seperti hidung tersumbat saja dapat diatasi dengan berhubungan seks atau masturbasi pada pria.

Pembuluh darah yang bengkak pada hidung atau infeksi karena debu umumnya menyebabkan hidung tersumbat. Para ilmuwan menyatakan masturbasi atau berhubungan seks dapat membantu pria yang menderita demam dan membersihkan hidung yang mampet.

"Hal ini karena hidung dan alat kelamin terhubung ke bagian yang sama dari sistem saraf yang mengendalikan refleks tertentu, yaitu sistem saraf simpatik," kata Sina Zarrintan, seorang ahli saraf dari Tabriz Medical University di Iran seperti dilansir dari MedIndia, Senin (4/6/2012).

Zarrintan menyatakan bahwa ketika pria mengalami ejakulasi, sistem saraf simpatik menyempitkan pembuluh darah di seluruh tubuh sehingga menenangkan pembuluh darah hidung yang bengkak. Sehingga sumbatan pada hidung berangsur-angsur berkurang dan Anda dapat bernafas normal kembali.

Meskipun tidak ada uji klinis yang dilakukan untuk menguji hipotesis Zarrintan, tetapi banyak ilmuwan percaya bahwa mungkin masturbasi atau berhubungan seks memiliki manfaat yang lebih dari obat dekongestan jika terbukti bekerja.

Obat dekongestan telah dikenal dapat berkontribusi terhadap hipertensi. Selain itu, jika digunakan untuk lebih dari dua atau tiga hari, obat tersebut justru bisa membuat kemacetan parah pada hidung.

Artikel mengenai hipotesis Zarrintan ini telah diterbitkan dalam jurnal Medical Hypotheses.

(ir/ir)
Bersumber dari : Linda Mayasari - detikHealth

Senin, 04 Juni 2012

Durian, si Raja Buah yang Bikin Food Orgasme


Jakarta - Buat penggemar durian, buah ini bisa bikin foodgasm atau 'orgasme' karena makanan sangat lezat. Tetapi, si raja buah ini bisa bikin merem melek saking enaknya. Konon, durian juga bisa bikin seks jadi lebih nikmat!

Durian tergolong ke dalam salah satu makanan acquired taste. Ada orang yang sangat suka, ada pula yang begitu membencinya, baik karena bau, tekstur, atau rasanya. Namun, jika sering membiasakan diri mencium aroma atau mencoba durian, pelan-pelan ketidaksukaan itu akan berkurang. Bisa-bisa malah jadi doyan dan merasakan foodgasm.

Bicara tentang orgasme, orang Jawa percaya bahwa durian bisa jadi afrodisiak. Hal ini ditunjukkan dengan ungkapan 'durian jatuh sarung naik' yang berarti mengonsumsi durian bikin Mr. P jadi tegang. Namun, benarkah durian memiliki khasiat terkait seks?

Durian kaya akan gula, vitamin C, potassium, dan serotonergic amino acid tryptophan. Buah berduri ini juga tinggi karbohidrat, protein, dan lemak. Berdasarkan riset University of Tsukuba Jepang, kandungan sulfur yang tinggi pada durian membuat alkohol sulit dipecah oleh tubuh. Mungkin karena inilah tubuh menjadi panas setelah mengonsumsi durian.

Menurut website benefitof.net, durian memang afrodisiak yang manjur. Buah ini dipercaya dapat meningkatkan gairah dan keseluruhan fungsi seks. Hal ini juga disetujui oleh Riyani Susanto ND, CT, pakar naturopathy. Namun, sebagian orang lebih percaya bahwa panas setelah makan durianlah yang membuat gairah seks tinggi.

Belum ada penelitian medis yang membuktikan manfaat durian terkait seks. Namun, jika Anda menyukai durian, tak ada salahnya sekali-kali mencoba bermain-main dengan durian di ranjang. Blender durian, kelapa, dan kakao lalu minum ramuan ini.

Menurut Examiner.com, paduan khasiat dari ketiga bahan alami ini dahsyat untuk meningkatkan gairah seks. Zat dalam durian menutrisi pikiran dan tubuh sehingga efeknya dapat dirasakan dengan instan.

Durian juga punya manfaat kesehatan lain, seperti memenuhi kebutuhan vitamin, obat demam dan sakit kuning, menurunkan kolesterol, membuang racun dari darah, membangun otot tubuh, anti inflamasi, serta antioksidan.

Durian juga dapat mengatasi insomnia, kecemasan, depresi, dan bisa menimbulkan perasaan bahagia. Dalam bentuk segar, durian bisa jadi sumber lemak yang baik.

Meski kaya nutrisi, buah ini tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak. Durian sangat tinggi indeks glikemiknya, sehingga dapat menimbulkan penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, dan obesitas.

Orang yang mengidap darah tinggi dan wanita hamil bahkan tidak boleh mengonsumsi durian. Buah ini mungkin bermanfaat untuk menyemarakkan kehidupan cinta Anda, tetapi makanlah dengan bijaksana.

(fit/odi)

Bersumber dari : Fitria Rahmadianti - detikFood