Tampilkan postingan dengan label sperma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sperma. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2012
Ingin Istri Hamil? Hindari 10 Pembunuh Sperma Ini
Jakarta, Kalau sudah bicara soal anak, banyak hal yang harus diperhatikan, misalnya alergi sperma, kualitas sel telur yang buruk dan sperma yang tidak efektif. Bahkan 1 dari 10 pasangan yang tidak subur didapatkan fakta bahwa 30 persen diantaranya disebabkan oleh faktor yang dialami si pria.
Untuk lebih jelasnya, ini dia 10 faktor mengejutkan yang bisa mempengaruhi sperma seorang pria seperti dikutip dari health.com, Senin (25/6/2012).
1. Suhu Terlalu Panas
Testis manusia tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali jika manusia itu bisa tinggal di daerah yang lebih dingin dari tubuhnya. Beruntung anatomi pria dirancang untuk menciptakan jarak antara testis dengan suhu inti tubuh.
Jika suhu testis dinaikkan hingga 98 derajat maka produksi sperma bisa berhenti, ungkap Hal Danzer, MD, seorang spesialis kesuburan di Los Angeles. Ketika produksi terganggu, sperma dapat mengalami dampak negatif selama berbulan-bulan.
Tapi apa yang terjadi jika paparan panas itu tidak mendatangkan malapetaka pada kemampuan reproduksi pria? "Jumlah, motilitas dan morfologinya bisa lebih rendah secara menyeluruh," tambah Paul Shin, MD, seorang pakar urologi di Washington, DC.
2. Bak Air Panas
"Panas basah" itu memang tidak baik untuk testis dan menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2007, bahkan dengan berada di dalam jacuzzi atau bak mandi air panas selama 30 menit dapat menurunkan produksi sperma.
Dr. Shin pun mengungkapkan bahwa paparan 'panas basah' itu dapat berdampak pada sperma pria untuk waktu yang sangat lama. Oleh karena sperma memerlukan waktu yang lama untuk matang maka "setiap intervensi (untuk mengurangi paparan 'panas basah') biasanya akan memakan waktu setidaknya 3 bulan atau 6-9 bulan untuk mengembalikan fungsinya," jelasnya.
3. Demam
"Ketika saya tahu bahwa seorang pria lama tak memakai bak air panas, merokok ganja, memakai celana ketat, pertanyaan pertama yang saya ajukan adalah,'Apakah Anda sakit tiga bulan yang lalu?'," tanya Kurt Wharton, MD, seorang dokter ahli kandungan yang berbasis di San Francisco dan mengkhususkan diri pada infertilitas.
Menurut sebuah studi pada 2003, demam tinggi memiliki efek yang sama sebagai 'panas basah' pada sperma seorang pria, efeknyapun sama. Namun tergantung pada waktu produksi sperma, konsentrasi sperma bisa menurun hingga 35 persen setelah mengalami demam.
Menurutnya, orang-orang seringkali baru mengakui atau menyadari adanya hal semacam itu belakangan atau setelah ditanya oleh dokter.
4. Laptop
Dapatkah laptop benar-benar mempengaruhi kemampuan pria untuk berkembang biak? Menurut peneliti di State University of New York di Stony Brook, ada korelasi langsung antara penggunaan laptop dan peningkatan suhu skrotum hingga 35 derajat pada posisi tertentu!
Peningkatan ini memberi efek yang merugikan pada spermatogenesis (proses pembentukan gamet jantan), jadi jika pasangan Anda ingin hamil, tinggalkan laptop Anda di meja sekarang juga!
5. Celana Dalam
Meskipun ukurannya tak jauh berbeda, namun celana boxer dan celana dalam cukup memberi pengaruh terhadap jumlah sperma.
"Celana boxer lebih baik daripada celana dalam, terutama jika jumlah sperma pria yang bersangkutan terbilang rendah. Tapi mungkin hal ini hanya akan memberi sedikit pengaruh jika jumlah spermanya normal," terang Dr. Danzer.
Namun mengenakan celana pendek yang ketat untuk jangka waktu yang lama adalah ideburuk juga, tambah Dr. Wharton. Semakin ketat celana seorang pria, kondisinya akan semakin buruk untuk memproduksi sperma.
6. Varikokel
Diperkirakan 15 persen pria di seluruh dunia mengalami varikokel atau varises (pelebaran pembuluh darah) di skrotum, biasanya di testis kiri.
Ketika jumlah sperma seorang pria terbilang rendah, dokter mungkin akan merekomendasikan perbaikan varikokel melalui pembedahan ataupun embolisasi, prosedur non-bedah dengan menggunakan kateter.
Varikokel diduga dapat mengganggu produksi sperma dengan mengganggu aliran darah, membuat skrotum kepanasan atau mencegah masuknya darah ke testis. Meskipun ada sedikit bukti bahwa kesuburan pria bisa membaik setelah menjalani embolisasi varikokel, beberapa dokter percaya operasi tersebut dapat meningkatkan kualitas air mani.
7. Ponsel
Pengaruh ponsel terhadap organ reproduksi pria sebenarnya masih banyak diperdebatkan.
"Sebuah studi pada 2008 menemukan bahwa pria yang penggunaan ponselnya tertinggi (lebih dari empat jam per hari) memiliki jumlah, tingkat motilitas dan morfologi (bentuk normal) sperma lebih rendah," kata Dr Shin. Dia pun merekomendasikan agar pasien menaruh ponselnya di tas kerja daripada di kantong celana untuk membatasi paparan radiasi dari ponsel.
Namun karena studinya terbilang kecil, beberapa dokter tak sepakat dengan hal itu. "Saya tidak menyarankan seorang pria untuk membawa microwave di saku depan celananya," ujar Dr Wharton. "Tapi jika tidak, itu tak menjadi masalah."
8. Obesitas
"Obesitas seringkali dikaitkan dengan peningkatan produksi hormon wanita (estrogen), penurunan jumlah sperma, disfungsi seksual dan infertilitas," ungkap Daniel A. Potter, MD, dari Huntington Reproductive Center di California.
Dibandingkan dengan pria normal dan gemuk, pria obesitas yang subur telah berkurang fungsi testisnya dan jumlah spermanya lebih rendah secara signifikan. Hal ini diungkap studi WHO pada 2009.
Meskipun obesitas mengurangi jumlah sperma, hanya obesitas tingkat ekstrimlah yang memberi pengaruh negatif terhadap reproduksi pria.
9. Gaya Hidup (Berpesta)
"Rokok, alkohol, dan ganja dapat merusak fungsi seksual," tandas Dr. Potter yang merekomendasikan agar pasien membatasi atau menghindari ketiga hal ini jika ingin mencoba untuk hamil.
Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2010, penyalahgunaan alkohol tentu saja mempengaruhi produksi dan kualitas sperma, sementara merokok mengganggu motilitas sperma.
Selain memperlambat gerak sperma, studi lainnya juga menunjukkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan kecenderungan disfungsi ereksi.
Ganja juga tidak aman bagi sperma. Merokok ganja telah terbukti mengurangi jumlah dan fungsi sperma serta menurunkan tingkat kesuburan pria secara menyeluruh.
10. Faktor Psikologis
Menurut Dr. Potter, ada beberapa situasi fisiologis yang dapat mempengaruhi sperma secara negatif, diantaranya:
- Penyumbatan.
"Apakah itu disebabkan oleh cacat lahir, infeksi, trauma ataupun vasektomi namun penyumbatan mencegah sperma memasuki air mani," kata Dr Potter.
- Gangguan genetis.
"Kelainan kromosom dapat menyebabkan produksi sperma menjadi berkurang drastis atau bahkan tidak ada sama sekali," lanjut Dr. Potter. Contohnya adalah penyakit cystic fibrosis yang dapat menyebabkan vas deferens (saluran sperma) tidak terbentuk.
- Faktor merugikan lainnya seperti antibodi antisperma (ASA) atau sel-sel khusus yang menyerang sel sperma, ketidakseimbangan hormonal, kanker testis, testis tidak turun dan masalah seksual lain yang dapat mempengaruhi produksi dan kualitas sperma.
(ir/ir)
Bersumber dari : Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 03 Mei 2012
Seks, 'Obat Penenang' Paling Efektif
Jakarta - Tahukah Anda, rata-rata pria bisa mengalami 5 kali ereksi saat tidur, dan seks merupakan obat penenang paling efektif di dunia?
Masih ada banyak fakta menarik seputar seks yang mungkin belum pernah Anda dengar. Simak 12 fakta tentang seks berdasarkan survei dan studi yang dilakukan para ilmuwan, seperti yang dikutip dari Intimate Medicine.
1. Kecepatan laju sperma menuju ovarium saat pria mengalami ejakulasi bisa mencapai 28 mil/jam, atau 51.856 km/jam.
2. Rata-rata, orgasme pada wanita berlangsung selama 18 detik. Sedangkan pada pria, orgasme bisa bertahan selama 25 detik.
3. Rata-rata, pria bisa mengalami 5 kali ereksi saat tidur.
4. Sperma bisa bertahan hidup di dalam tubuh selama 3 sampai 7 hari. Dan dalam satu sendok sperma, mengandung 5 kalori.
5. Hubungan seksual (yang sah) merupakan 'obat penenang' paling aman dan efektif di dunia. Terhitung 10 kali lebih efektif dibandingkan obat penenang medis paling populer, Valium.
6. Dilansir Life 123, selain sakit kepala, bercinta juga bisa menyembuhkan hidung tersumbat dan demam, serta membantu mengatasi sesak napas.
7. Menurut Durex Global Sex Survey, hanya 17% wanita yang mengalami orgasme saat berhubungan intim.
8. Dikutip dari Rose des Rochers, kondom pertama di Amerika, diciptakan pada tahun 1870 dan terbuat dari karet hasil vulkanisasi (proses kimia untuk mengubah karet menjadi bahan yang tahan lama melalui penambahan belerang). Kala itu, kondom ini dijual mahal karena bahannya sangat tebal dan bisa digunakan ulang.
9. Secara biokimia, hubungan seks tidak berbeda dengan makan cokelat dalam jumlah banyak.
10. Sebuah penelitian medis di Pennsylvania menemukan bahwa pasangan suami-istri yang bercinta satu atau dua kali seminggu, sistem daya tahan tubuhnya sedikit meningkat.
11. Berhubungan seks selama 30 menit, bisa membakar sekitar 200 kalori. Sama seperti berlari selama 15 menit di treadmill.
12. Menurut penelitian yang dilansir oleh List Verse, seks bisa menjadi perawatan kecantikan alami bagi wanita. Para ilmuwan menemukan bahwa saat bercinta, wanita memproduksi lebih banyak hormon estrogen yang membuat rambut mereka bercahaya, dan kulit lebih lembut. (hst/kik)
Bersumber dari : Hestianingsih - wolipop
Masih ada banyak fakta menarik seputar seks yang mungkin belum pernah Anda dengar. Simak 12 fakta tentang seks berdasarkan survei dan studi yang dilakukan para ilmuwan, seperti yang dikutip dari Intimate Medicine.
1. Kecepatan laju sperma menuju ovarium saat pria mengalami ejakulasi bisa mencapai 28 mil/jam, atau 51.856 km/jam.
2. Rata-rata, orgasme pada wanita berlangsung selama 18 detik. Sedangkan pada pria, orgasme bisa bertahan selama 25 detik.
3. Rata-rata, pria bisa mengalami 5 kali ereksi saat tidur.
4. Sperma bisa bertahan hidup di dalam tubuh selama 3 sampai 7 hari. Dan dalam satu sendok sperma, mengandung 5 kalori.
5. Hubungan seksual (yang sah) merupakan 'obat penenang' paling aman dan efektif di dunia. Terhitung 10 kali lebih efektif dibandingkan obat penenang medis paling populer, Valium.
6. Dilansir Life 123, selain sakit kepala, bercinta juga bisa menyembuhkan hidung tersumbat dan demam, serta membantu mengatasi sesak napas.
7. Menurut Durex Global Sex Survey, hanya 17% wanita yang mengalami orgasme saat berhubungan intim.
8. Dikutip dari Rose des Rochers, kondom pertama di Amerika, diciptakan pada tahun 1870 dan terbuat dari karet hasil vulkanisasi (proses kimia untuk mengubah karet menjadi bahan yang tahan lama melalui penambahan belerang). Kala itu, kondom ini dijual mahal karena bahannya sangat tebal dan bisa digunakan ulang.
9. Secara biokimia, hubungan seks tidak berbeda dengan makan cokelat dalam jumlah banyak.
10. Sebuah penelitian medis di Pennsylvania menemukan bahwa pasangan suami-istri yang bercinta satu atau dua kali seminggu, sistem daya tahan tubuhnya sedikit meningkat.
11. Berhubungan seks selama 30 menit, bisa membakar sekitar 200 kalori. Sama seperti berlari selama 15 menit di treadmill.
12. Menurut penelitian yang dilansir oleh List Verse, seks bisa menjadi perawatan kecantikan alami bagi wanita. Para ilmuwan menemukan bahwa saat bercinta, wanita memproduksi lebih banyak hormon estrogen yang membuat rambut mereka bercahaya, dan kulit lebih lembut. (hst/kik)
Bersumber dari : Hestianingsih - wolipop
Rabu, 14 Maret 2012
10 Hal yang Terbukti Bisa Membunuh Sperma
Jakarta, Ada banyak hal yang bisa membuat pasangan sulit mendapat momongan. Dari alergi sperma, kualitas sel telur yang buruk, hingga sperma yang tidak efektif. Sekitar 1 dari 10 pasangan mengalami infertilitas atau ketidaksuburan. Faktor sang pria diperkirakan ikut andil sebesar 30% dari total kasus ketidaksuburan ini.
Pria menghasilkan jutaan sperma setiap hari, sedangkan perempuan hanya menghasilkan 300-400 telur sepanjang hidupnya. Faktor eksternal dapat mempengaruhi kesehatan sperma.
Dan karena sel-sel sperma memakan waktu sekitar 75 hari untuk tumbuh hingga benar-benar matang, hal-hal yang dapat mengganggu pertumbuhan sel sperma dapat mempengaruhi kesuburan pria.
Seperti dilansir Health.com, Selasa (31/1/2012), berikut adalah 10 faktor yang dapat mempengaruhi sperma pria.
Overheating atau kepanasan
Testis manusia hanya dapat berfungsi dengan baik jika berada di tempat yang paling dingin dari seluruh tubuh. Anatomi tubuh pria dirancang untuk menciptakan jarak antara testis dan suhu inti tubuh.
"Jika suhu testis dinaikkan hingga 37 derajat Celcius, produksi sperma berhenti. Ketika produksi terganggu, dampak negatifnya bisa berlangsung selama berbulan-bulan," kata Hal Danzer, MD, spesialis kesuburan di Los Angeles.
"Paparan panas mendatangkan malapetaka pada kemampuan reproduksi seorang pria. Jumlah keseluruhan sperma menurun, begitu juga pegerakan dan bentuknya," kata Paul Shin, MD, urolog di Washington DC.
Berendam dalam air panas
Berendam dalam air panas tidak baik untuk testis. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2007, 30 menit yang dihabiskan di jacuzzi atau bak mandi air panas dapat menurunkan produksi sperma.
"Paparan suhu panas dapat berdampak pada sperma pria untuk waktu yang sangat lama. Karena sperma memerlukan waktu lama untuk matang, segala upaya untuk mengurangi paparan tersebut biasanya memakan waktu setidaknya enam sampai sembilan bulan untuk menunjukkan perbaikan," kata Dr Shin.
Demam
"Ketika saya tahu bahwa pasien tidak banyak menghabiskan waktu di bak air panas, merokok ganja, memakai celana ketat untuk bersepeda, dan teknik pengumpulan analisis air mani sudah cukup baik, pertanyaan pertama saya adalah, 'Apakah Anda pernah sakit tiga bulan lalu?" kata Kurt Wharton, MD, pakar obstetri dan ginekologi di San Francisco yang mengkhususkan diri dalam infertilitas.
Demam tinggi dapat memiliki efek yang sama seperti halnya berendam dalam air panas dengan durasi yang sama. Tergantung pada waktu proses produksi sperma, konsentrasi sperma dapat turun hingga 35% setelah demam, menurut sebuah penelitian tahun 2003.
Laptop
Meskipun terdengar agak janggal, komputer laptop dapat mempengaruhi kemampuan pria untuk berkembang biak. Menurut para peneliti di State University of New York di Stony Brook, ada korelasi langsung antara penggunaan laptop dan peningkatan suhu skrotum sebesar 2 derajat Celcius pada posisi tertentu. Peningkatan ini memiliki efek berbahaya pada proses pembentukan sperma. Jadi jika ingin dapat momongan, sebaiknya takkan laptop di aats meja.
Celana dalam terlalu ketat
Celana yang terlalu ketat juga berbahaya bagi kesuburan pria. Meskipun demikian, perbedaan antara celana boxer dan celana dalam biasa tidak cukup besar untuk mempengaruhi jumlah sperma.
"Celana boxer akan lebih baik daripada celana biasa jika jumlah sperma pria masuk dalam kategori rendah. Tapi pengaruhnya hanya kecil jika jumlah spermanya normal," kata Dr Danzer.
"Namun mengenakan celana dalam yang ketat untuk jangka waktu lama adalah ide yang buruk juga. Makin ketat celana yang dikenakan pria, makin menciptakan lingkungan yang buruk bagi produksi sperma," kata Dr Wharton.
Pelebaran pembuluh darah
Sekitar 15% pria memiliki varikokel atau varises pada skrotumnya, biasanya di testis sebelah kiri. Ketika seorang pria memiliki jumlah sperma yang rendah, dokter akan merekomendasikan untuk menghilangkan varikokel melalui pembedahan atau melalui embolisasi perkutan, prosedur non-bedah dengan menggunakan kateter.
Meskipun tidak jelas, varikokel dapat mengganggu produksi sperma karena mengganggu aliran darah, sehingga menyebabkan skortum menjadi terlalu panas, atau menyebabkan darah kembali ke pembuluh darah yang memasok testis. Meskipun ada sedikit bukti bahwa kesuburan akan membaik setelah menjalani embolisasi varikokel, beberapa dokter lebih percaya bahwa operasi juga dapat meningkatkan kualitas air mani.
Ponsel
"Sebuah penelitian tahun 2008 menemukan bahwa pria dengan penggunaan ponsel tertinggi, yaitu lebih dari empat jam per hari, memiliki jumlah, tingkat pergerakan, dan morfologi (bentuk normal) sperma yang lebih rendah secara signifikan," kata Dr Shin.
Pria sebaiknya membawa ponsel di dalam tasnya daripada dikantongi di saku baju atau celana untuk membatasi paparan radiasi. Namun, karena penelitiannya dianggap kecil, beberapa dokter tidak setuju dengan hasil penelitian ini.
Kegemukan
"Obesitas diketahui berkaitan dengan peningkatan produksi hormon wanita (estrogen), penurunan jumlah sperma, disfungsi seksual, dan kemandulan," kata Daniel A. Potter, MD, dari Huntington Reproductive Center di California.
Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 oleh World Health Organization (WHO), dibandingkan dengan pria normal, pria subur yang mengalami obesitas lebih banyak mengalami penurunan fungsi testis dan memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Meskipun obesitas dapat mengurangi jumlah sperma, hanya obesitas ekstrim yang dapat mempengaruhi kesuburan pria.
Gaya hidup suka berpesta
Rokok, alkohol, dan ganja dapat mengganggu fungsi seksual. Menurut sebuah studi 2010, kecanduan alkohol akan mempengaruhi kualitas dan produksi air mani, dan merokok dapat mengganggu pergerakan sperma.
Selain memperlambat pergerakan sperma, penelitian lain menunjukkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan menyebabkan disfungsi ereksi.Ganja juga memiliki pengaruh yang sama. Merokok ganja telah terbukti mengurangi jumlah sperma, fungsi sperma, dan kesuburan pria secara keseluruhan.
Gangguan lain
Menurut Dr Potter, beberapa kondisi negatif lainnya dapat mempengaruhi sperma, yaitu:
1. Penyumbatan saluran sperma. Baik itu disebabkan oleh cacat lahir, infeksi, trauma, atau vasektomi, penyumbatan mencegah sperma dapat memasuki air mani.
2. Kelainan genetik. Kelainan kromosom dapat menyebabkan produksi sperma sangat berkurang atau bahkan tidak ada. Sebagai contoh, salah satu bentuk cystic fibrosis dapat menyebabkan tidak terbentuknya saluran sperma.
3. Faktor lainnya seperti antibodi anti sperma, ketidakseimbangan hormon, kanker testis, dan gangguan seksual juga dapat mempengaruhi kualitas sperma.
(pah/ir)
Bersumber dari : Putro Agus Harnowo - detikHealth
Pria menghasilkan jutaan sperma setiap hari, sedangkan perempuan hanya menghasilkan 300-400 telur sepanjang hidupnya. Faktor eksternal dapat mempengaruhi kesehatan sperma.
Dan karena sel-sel sperma memakan waktu sekitar 75 hari untuk tumbuh hingga benar-benar matang, hal-hal yang dapat mengganggu pertumbuhan sel sperma dapat mempengaruhi kesuburan pria.
Seperti dilansir Health.com, Selasa (31/1/2012), berikut adalah 10 faktor yang dapat mempengaruhi sperma pria.
Overheating atau kepanasan
Testis manusia hanya dapat berfungsi dengan baik jika berada di tempat yang paling dingin dari seluruh tubuh. Anatomi tubuh pria dirancang untuk menciptakan jarak antara testis dan suhu inti tubuh.
"Jika suhu testis dinaikkan hingga 37 derajat Celcius, produksi sperma berhenti. Ketika produksi terganggu, dampak negatifnya bisa berlangsung selama berbulan-bulan," kata Hal Danzer, MD, spesialis kesuburan di Los Angeles.
"Paparan panas mendatangkan malapetaka pada kemampuan reproduksi seorang pria. Jumlah keseluruhan sperma menurun, begitu juga pegerakan dan bentuknya," kata Paul Shin, MD, urolog di Washington DC.
Berendam dalam air panas
Berendam dalam air panas tidak baik untuk testis. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2007, 30 menit yang dihabiskan di jacuzzi atau bak mandi air panas dapat menurunkan produksi sperma.
"Paparan suhu panas dapat berdampak pada sperma pria untuk waktu yang sangat lama. Karena sperma memerlukan waktu lama untuk matang, segala upaya untuk mengurangi paparan tersebut biasanya memakan waktu setidaknya enam sampai sembilan bulan untuk menunjukkan perbaikan," kata Dr Shin.
Demam
"Ketika saya tahu bahwa pasien tidak banyak menghabiskan waktu di bak air panas, merokok ganja, memakai celana ketat untuk bersepeda, dan teknik pengumpulan analisis air mani sudah cukup baik, pertanyaan pertama saya adalah, 'Apakah Anda pernah sakit tiga bulan lalu?" kata Kurt Wharton, MD, pakar obstetri dan ginekologi di San Francisco yang mengkhususkan diri dalam infertilitas.
Demam tinggi dapat memiliki efek yang sama seperti halnya berendam dalam air panas dengan durasi yang sama. Tergantung pada waktu proses produksi sperma, konsentrasi sperma dapat turun hingga 35% setelah demam, menurut sebuah penelitian tahun 2003.
Laptop
Meskipun terdengar agak janggal, komputer laptop dapat mempengaruhi kemampuan pria untuk berkembang biak. Menurut para peneliti di State University of New York di Stony Brook, ada korelasi langsung antara penggunaan laptop dan peningkatan suhu skrotum sebesar 2 derajat Celcius pada posisi tertentu. Peningkatan ini memiliki efek berbahaya pada proses pembentukan sperma. Jadi jika ingin dapat momongan, sebaiknya takkan laptop di aats meja.
Celana dalam terlalu ketat
Celana yang terlalu ketat juga berbahaya bagi kesuburan pria. Meskipun demikian, perbedaan antara celana boxer dan celana dalam biasa tidak cukup besar untuk mempengaruhi jumlah sperma.
"Celana boxer akan lebih baik daripada celana biasa jika jumlah sperma pria masuk dalam kategori rendah. Tapi pengaruhnya hanya kecil jika jumlah spermanya normal," kata Dr Danzer.
"Namun mengenakan celana dalam yang ketat untuk jangka waktu lama adalah ide yang buruk juga. Makin ketat celana yang dikenakan pria, makin menciptakan lingkungan yang buruk bagi produksi sperma," kata Dr Wharton.
Pelebaran pembuluh darah
Sekitar 15% pria memiliki varikokel atau varises pada skrotumnya, biasanya di testis sebelah kiri. Ketika seorang pria memiliki jumlah sperma yang rendah, dokter akan merekomendasikan untuk menghilangkan varikokel melalui pembedahan atau melalui embolisasi perkutan, prosedur non-bedah dengan menggunakan kateter.
Meskipun tidak jelas, varikokel dapat mengganggu produksi sperma karena mengganggu aliran darah, sehingga menyebabkan skortum menjadi terlalu panas, atau menyebabkan darah kembali ke pembuluh darah yang memasok testis. Meskipun ada sedikit bukti bahwa kesuburan akan membaik setelah menjalani embolisasi varikokel, beberapa dokter lebih percaya bahwa operasi juga dapat meningkatkan kualitas air mani.
Ponsel
"Sebuah penelitian tahun 2008 menemukan bahwa pria dengan penggunaan ponsel tertinggi, yaitu lebih dari empat jam per hari, memiliki jumlah, tingkat pergerakan, dan morfologi (bentuk normal) sperma yang lebih rendah secara signifikan," kata Dr Shin.
Pria sebaiknya membawa ponsel di dalam tasnya daripada dikantongi di saku baju atau celana untuk membatasi paparan radiasi. Namun, karena penelitiannya dianggap kecil, beberapa dokter tidak setuju dengan hasil penelitian ini.
Kegemukan
"Obesitas diketahui berkaitan dengan peningkatan produksi hormon wanita (estrogen), penurunan jumlah sperma, disfungsi seksual, dan kemandulan," kata Daniel A. Potter, MD, dari Huntington Reproductive Center di California.
Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 oleh World Health Organization (WHO), dibandingkan dengan pria normal, pria subur yang mengalami obesitas lebih banyak mengalami penurunan fungsi testis dan memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Meskipun obesitas dapat mengurangi jumlah sperma, hanya obesitas ekstrim yang dapat mempengaruhi kesuburan pria.
Gaya hidup suka berpesta
Rokok, alkohol, dan ganja dapat mengganggu fungsi seksual. Menurut sebuah studi 2010, kecanduan alkohol akan mempengaruhi kualitas dan produksi air mani, dan merokok dapat mengganggu pergerakan sperma.
Selain memperlambat pergerakan sperma, penelitian lain menunjukkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan menyebabkan disfungsi ereksi.Ganja juga memiliki pengaruh yang sama. Merokok ganja telah terbukti mengurangi jumlah sperma, fungsi sperma, dan kesuburan pria secara keseluruhan.
Gangguan lain
Menurut Dr Potter, beberapa kondisi negatif lainnya dapat mempengaruhi sperma, yaitu:
1. Penyumbatan saluran sperma. Baik itu disebabkan oleh cacat lahir, infeksi, trauma, atau vasektomi, penyumbatan mencegah sperma dapat memasuki air mani.
2. Kelainan genetik. Kelainan kromosom dapat menyebabkan produksi sperma sangat berkurang atau bahkan tidak ada. Sebagai contoh, salah satu bentuk cystic fibrosis dapat menyebabkan tidak terbentuknya saluran sperma.
3. Faktor lainnya seperti antibodi anti sperma, ketidakseimbangan hormon, kanker testis, dan gangguan seksual juga dapat mempengaruhi kualitas sperma.
(pah/ir)
Bersumber dari : Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 05 Maret 2012
Bentuk Sperma Seperti Apa yang Abnormal?
(Foto: thinkstock)
Morfologi (ukuran dan bentuk) dari sperma merupakan analisis standar dalam pemeriksaan kesuburan bagi laki-laki yang bisa dilihat di bawah mikroskop. Hal ini karena cacat yang dimiliki oleh sperma bisa mempengaruhi kemampuannya untuk mencapai dan menembus sel telur.
Sperma yang normal memiliki bentuk kepala oval dengan ekor yang panjang. Tapi jika sperma abnormal akan terlihat kecacatan di kepala atau ekor seperti bentuk kepala yang besar, ekor yang bengkok atau bercabang, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Kamis (26/1/2012).
Beberapa hal diketahui bisa menjadi penyebab umum bentuk sperma yang abnormal baik yang bersifat sementara atau tidak yaitu:
- Pembesaran pembuluh darah di dalam skrotum (varicocele)
- Demam yang tinggi
- Penggunaan obat-obatan terlarang tertentu
- Infeksi
Selain bentuk sperma, analisis juga memeriksa kemampuannya untuk bergerak (motilitas) serta jumlah sperma yang ada (sperm count). Hal ini karena masalah motilitas dan jumlah sperma yang rendah biasanya terjadi bersamaan dengan bentuk sperma yang abnormal.
Jika diketahui ada masalah pada sperma maka dokter akan melakukan pengobatan untuk memperbaikinya. Analisis berikutnya akan dilakukan setelah 4-6 minggu setelahnya untuk melihat apakah kualitas sperma sudah membaik atau tidak.
Jika seseorang diketahui memiliki bentuk spermanya abnormal, tapi masalah motilitas dan jumlahnya tidak terlalu mengganggu, kehamilan masih bisa dilakukan. Namun kehamilan ini tidak bisa terjadi dalam waktu cepat, beberapa pasangan membutuhkan waktu 1 tahun atau lebih.
Meski begitu jika pasangan tidak bisa hamil melalui hubungan seksual yang normal, maka teknologi reproduksi bantuan seperti in vitro fertilization bisa menjadi pilihan.
(ver/ir)
Bersumber dari : Vera Farah Bararah - detikHealth
Rabu, 08 Februari 2012
Ini Cara Menjaga Kesehatan Sperma
TRIBUNNEWS.COM - Memperhatikan kesehatan sperma sangat penting bagi pasangan yang berencana punya bayi. Sama seperti halnya telur, sperma juga menentukan tingkat kesuburan. Salah satu ciri sperma yang sehat adalah jika mencapai jumlah 20 juta per milimeter sperma atau mani.
Menurut Methods of Healing, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk menjaga kesehatan sperma.
* Olahraga. Jika tubuh selalu dalam kondisi baik, maka jumlah sperma Anda pun akan baik. Menjaga kondisi tubuh bisa dengan mudah dilakukan bila menerapkan olahraga secara teratur.
* Ejakulasi. Aturlah waktu ejakulasi. Sebaiknya tunggu hingga tiga hari sejak ejakulasi pertama untuk melakukan ejakulasi lagi. Ejakulasi terlalu sering dapat memperburuk kualitas sperma.
* Gizi seimbang. Dengan nutrisi yang tepat, seorang pria dewasa dapat memaksimalkan kuantitas spermanya. Hindari makanan pedas, tingkatkan konsumsi sayuran seperti bayam, brokoli, asparagus, dan rumput laut. Juga buah-buahan seperti tomat, semangka, dan jambu biji.
* Air. Fungsi organ tubuh tidak akan normal bila tubuh kekurangan air. Dalam kondisi dehidrasi akibat kekurangan cairan, hormon yang memproduksi sperma akan terhambat. Minumlah air setidaknya delapan gelas setiap hari.
* Gaya hidup sehat. Selain asupan nutrisi, kesehatan sperma juga dipengaruhi oleh gaya hidup. Demi kuantitas dan kualitas sperma, hindari stres, merokok, dan alkohol. Kebiasaan burut tersebut dapat merusak kualitas sperma. Penggunaan pakaian yang terlalu ketat juga memperburuk kualitas sperma.
* Seks di pagi hari. Kebiasaan ini sering digunakan sebagai trik agar cepat memiliki bayi. Saat bagun di pagi hari, produksi sperma memang pada tingkat yang tertinggi.
* Berat badan ideal. Kelebihan berat badan dapat mempengaruhi kuantitas sperma. Pilihlah menu diet yang terbaik untuk mendukung peningkatan kualitas sperma.
Penurunan jumlah sperma bisa terjadi karena beberapa alasan. Selain dari kebiasaan memakai celana yang terlalu ketat, infeksi dalam tubuh bisa juga menurunkan kuantitas dan kualitas sperma. Konsultasikan mengenai keadaan Anda dengan dokter, karena konsumsi beberapa jenis obat juga sering mempengaruhi kualitas sperma.
Menurut Methods of Healing, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk menjaga kesehatan sperma.
* Olahraga. Jika tubuh selalu dalam kondisi baik, maka jumlah sperma Anda pun akan baik. Menjaga kondisi tubuh bisa dengan mudah dilakukan bila menerapkan olahraga secara teratur.
* Ejakulasi. Aturlah waktu ejakulasi. Sebaiknya tunggu hingga tiga hari sejak ejakulasi pertama untuk melakukan ejakulasi lagi. Ejakulasi terlalu sering dapat memperburuk kualitas sperma.
* Gizi seimbang. Dengan nutrisi yang tepat, seorang pria dewasa dapat memaksimalkan kuantitas spermanya. Hindari makanan pedas, tingkatkan konsumsi sayuran seperti bayam, brokoli, asparagus, dan rumput laut. Juga buah-buahan seperti tomat, semangka, dan jambu biji.
* Air. Fungsi organ tubuh tidak akan normal bila tubuh kekurangan air. Dalam kondisi dehidrasi akibat kekurangan cairan, hormon yang memproduksi sperma akan terhambat. Minumlah air setidaknya delapan gelas setiap hari.
* Gaya hidup sehat. Selain asupan nutrisi, kesehatan sperma juga dipengaruhi oleh gaya hidup. Demi kuantitas dan kualitas sperma, hindari stres, merokok, dan alkohol. Kebiasaan burut tersebut dapat merusak kualitas sperma. Penggunaan pakaian yang terlalu ketat juga memperburuk kualitas sperma.
* Seks di pagi hari. Kebiasaan ini sering digunakan sebagai trik agar cepat memiliki bayi. Saat bagun di pagi hari, produksi sperma memang pada tingkat yang tertinggi.
* Berat badan ideal. Kelebihan berat badan dapat mempengaruhi kuantitas sperma. Pilihlah menu diet yang terbaik untuk mendukung peningkatan kualitas sperma.
Penurunan jumlah sperma bisa terjadi karena beberapa alasan. Selain dari kebiasaan memakai celana yang terlalu ketat, infeksi dalam tubuh bisa juga menurunkan kuantitas dan kualitas sperma. Konsultasikan mengenai keadaan Anda dengan dokter, karena konsumsi beberapa jenis obat juga sering mempengaruhi kualitas sperma.
Langganan:
Postingan (Atom)